"Bukan Libur dari Nilai Pesantren" Nasihat Bapak Pimpinan Pondok Menjelang Libur Ramadan & Idul Fitri 1447H
Posted on 9th Mar 2026 at 05:26 by Admin Al Mizan
Bukan Libur dari Nilai Pesantren
Sembilan Pesan Bapak Pimpinan untuk Santri Al-Mizan
Menjelang Libur Ramadan dan Idul Fitri 1447H
Rangkasbitung, 8 Maret 2026 | Al-Mizan Media Center
Menjelang liburan Ramadan dan Idul Fitri 1447H, Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Mizan, Dr. KH. Anang Azharie ‘Alie, M.Pd.I, menyampaikan sembilan pesan penting kepada seluruh santri. Pesan-pesan ini menjadi bekal perjalanan para santri kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Bapak Pimpinan menegaskan bahwa kepulangan santri ke rumah bukanlah waktu untuk melepas nilai-nilai pesantren, melainkan kesempatan untuk membuktikannya:
“Sejatinya mereka tidak sedang ‘libur dari nilai-nilai pesantren’, tetapi hanya berpindah tempat pengamalan nilai tersebut: dari lingkungan pesantren ke lingkungan keluarga dan masyarakat.”
Sembilan Pesan untuk Santri yang Pulang Liburan
1. Jaga Takwa di Mana Pun Kalian Berada
Santri diminta untuk tetap menjaga ketakwaan kepada Allah, baik ketika berada di pesantren maupun di rumah. Bapak Pimpinan mengingatkan firman Allah:
يَا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسلِمُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim."
(QS. Ali Imran: 102)
Allah juga berfirman, وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ, “Dia bersama kalian di mana pun kalian berada.” (QS. Al-Hadid: 4). Imam Ibn Rajab al-Hanbali menjelaskan bahwa seorang mukmin harus selalu merasa diawasi Allah dalam setiap keadaan. Artinya, santri tidak boleh berubah kebiasaan baiknya ketika keluar dari pesantren.
2. Jaga Shalat Lima Waktu
Shalat adalah tiang agama dan identitas utama seorang santri. Allah berfirman dalam QS. An-Nisa: 103 bahwa shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya bagi orang-orang beriman. Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin berkata:
“Shalat adalah ukuran iman seseorang. Jika shalatnya baik maka baik pula seluruh amalnya.”
Santri dipesan untuk menjaga shalat tepat waktu, shalat berjamaah di masjid, dan tidak meninggalkan shalat karena kesibukan liburan.
3. Jaga Akhlak dan Nama Baik Pesantren
Santri adalah duta pesantren di tengah masyarakat. Allah berfirman dalam QS. Al-Qalam: 4 bahwa Nabi Muhammad memiliki akhlak yang agung. Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia."
(HR. Ahmad)
Imam Malik ibn Anas pernah berpesan, “Pelajarilah adab sebelum mempelajari ilmu.” Santri diminta untuk menunjukkan sikap sopan santun, rendah hati, tidak sombong dengan ilmu, dan menjadi teladan bagi lingkungannya.
4. Berbaktilah kepada Orang Tua
Liburan adalah kesempatan emas untuk mengabdi kepada orang tua. Allah memerintahkan dalam QS. Al-Isra: 23 untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. Nabi ﷺ bersabda:
رِضَا اللهِ فِي رِضَا الْوَالِدَيْنِ
"Ridha Allah tergantung pada ridha kedua orang tua."
(HR. Tirmidzi)
Ulama besar Abdullah ibn al-Mubarak pernah berkata, “Berbakti kepada orang tua lebih utama daripada banyak jihad sunnah.” Santri diarahkan untuk membantu pekerjaan orang tua, berbicara dengan lembut, tidak membantah, dan senantiasa mendoakan mereka.
5. Isilah Liburan dengan Hal yang Bermanfaat
Islam tidak melarang rekreasi, tetapi menuntun agar waktu diisi dengan hal yang bermanfaat. Nabi ﷺ bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
"Dua nikmat yang sering disia-siakan manusia: kesehatan dan waktu luang."
(HR. Bukhari)
Imam Hasan al-Basri mengingatkan, “Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari. Setiap hari yang berlalu maka sebagian dari dirimu telah hilang.” Liburan bisa diisi dengan membaca Al-Qur’an, murojaah hafalan, membaca kitab, membantu masyarakat, dan belajar keterampilan baru.
6. Menjaga Pergaulan
Pergaulan sangat mempengaruhi keimanan seseorang. Nabi ﷺ bersabda, الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ — “Seseorang mengikuti agama temannya.” (HR. Abu Dawud). Ulama besar Sufyan al-Thawri berkata, “Pergaulan yang buruk lebih cepat merusak hati daripada penyakit yang merusak tubuh.” Santri diminta menghindari pergaulan bebas, nongkrong tanpa manfaat, dan lingkungan yang mengandung maksiat.
7. Menjaga Pandangan dan Media
Di zaman sekarang, godaan terbesar datang dari media sosial dan internet. Allah berfirman dalam QS. An-Nur: 30 agar orang-orang beriman menundukkan pandangan mereka. Imam Ibn Qayyim al-Jawziyya berpesan, “Pandangan adalah panah beracun dari panah-panah iblis.” Santri diarahkan untuk menjaga pandangan, tidak membuka konten haram, dan menggunakan media sosial dengan bijak.
8. Menjadi Dai di Lingkungan Masyarakat
Santri adalah cahaya ilmu di tengah masyarakat. Allah berfirman dalam QS. Fussilat: 33, “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah.” Nabi ﷺ bersabda, بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً — “Sampaikan dariku walau satu ayat.” (HR. Bukhari). Santri dianjurkan untuk mengajar ngaji anak-anak, menjadi imam shalat, dan membantu kegiatan masjid di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
9. Menjaga Identitas sebagai Santri
Santri harus bangga dengan identitasnya. Imam Abdullah ibn Mas’ud berkata, “Seorang penuntut ilmu harus dikenal dengan ketenangan, kewibawaan, dan rasa takut kepada Allah.” Santri diminta untuk tetap berpakaian sopan, menjaga adab, dan menunjukkan karakter santri di manapun berada.
Pesan Inti: Liburan sebagai Pembuktian
Bapak Pimpinan menutup nasihat beliau dengan menegaskan bahwa liburan bukanlah waktu untuk lepas dari nilai pesantren, tetapi waktu untuk membuktikan bahwa pendidikan pesantren telah berhasil membentuk karakter.
Seorang ulama berkata:
لَيْسَ الشَّأْنُ أَنْ تَصِلَ إِلَى اللهِ، وَإِنَّمَا الشَّأْنُ أَنْ تَثْبُتَ عَلَى الطَّرِيقِ إِلَيْهِ
"Yang penting bukan sekadar sampai kepada Allah, tetapi mampu istiqamah di jalan menuju-Nya."
(Seorang Ulama)
Beliau mendoakan agar para santri Al-Mizan ketika pulang menjadi kebanggaan pesantren, menjadi penyejuk hati orang tua, dan menjadi cahaya bagi masyarakat. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan dan merayakan Idul Fitri 1447H. Taqabbalallahu minna wa minkum.
Al-Mizan Media Center (AMC) | www.al-mizan.sch.id

